PERBANYAKLAH MENDENGAR

Shalom teman-teman, berjumpa kembali di dalam artikel kali ini kita sedang melanjutkan seri Kitab Amsal, dan hari kita sampai di ayatnya ke 5 dari Amsal 1. Ayat tersebut berbunyi demikian:

Amsal 1:5 (TB)  baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.

Kita akan fokus kepada bagian yang saya beri garis bawah, dimana kata "mendengar" ada hal yang ingin disampaikan oleh penulis kitab Amsal disana. 

Ya, Mendengar adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia secara umum termasuk dalam kehidupan Kristen. Dalam konteks rohani, pendengaran bukan hanya tentang menggunakan telinga kita untuk mendengarkan suara fisik, tetapi juga tentang membuka hati dan pikiran kita untuk mendengarkan suara Allah. 

Penting bagi umat Kristen untuk belajar mendengarkan dengan hati yang penuh penghormatan dan ketaatan, karena itu adalah bagian integral dari hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama.

MENDENGARKAN SUARA ALLAH
Mendengarkan suara Allah membutuhkan kepekaan spiritual dan kepatuhan untuk mengikuti kehendak-Nya. Ketika kita mengarahkan perhatian kita pada Allah dan membuka hati kita untuk mendengarkan, kita dapat menerima panduan, arahan, dan penghiburan dari-Nya.

Ulangan 6:4 (TB)  Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 

Dalam Alkitab, Allah seringkali berbicara kepada umat-Nya melalui berbagai cara. Ada yang secara langsung, ada yang melalui para nabi, rasul dan bahkan lewat firman-Nya yang kita baca. 

Firman Allah, yang terkandung dalam Alkitab, adalah sumber kebenaran dan petunjuk bagi kita orang percaya. Ketika kita membaca, mempelajari, dan merenungkan Firman-Nya, kita memungkinkan Allah untuk berbicara kepada kita dan membimbing hidup kita. Penting bagi kita untuk menghargai dan memprioritaskan waktu untuk membaca dan memahami Firman Allah, karena hanya dengan demikian kita dapat mendengarkan suara-Nya dengan baik.

2 Timotius 3:16 (TB)  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

MENDENGARKAN DAN MELAYANI SESAMA
Penting juga bagi umat Kristen untuk mendengarkan dan memperhatikan sesama. Allah memanggil kita untuk menjadi teladan kasih dan pengabdian dalam melayani orang lain. Dalam hubungan dengan sesama, mendengarkan dengan penuh empati dan pemahaman adalah cara yang efektif untuk memahami kebutuhan dan keinginan orang lain. 

Dengan mendengarkan dengan seksama, kita dapat menunjukkan kasih Kristus kepada orang lain, memberikan dukungan, dan memberikan pertolongan sesuai dengan kehendak Allah.

Yohanes 13:35 (TB)  Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Mendengarkan juga merupakan ungkapan dari sikap hormat dan penghormatan terhadap Allah dan sesama. Ketika kita mengambil waktu untuk mendengarkan dengan sepenuh hati, kita menunjukkan kepada Allah bahwa kita menghargai kehadiran-Nya dan menghormati kehendak-Nya.

Dalam pergaulan dengan sesama, mendengarkan dengan sungguh-sungguh adalah cara yang menunjukkan bahwa kita menghormati orang lain dan menghargai pengalaman, pandangan, dan perasaan mereka. Dengan mendengarkan secara aktif, kita menciptakan ruang bagi orang lain untuk berbagi, dan kita menunjukkan bahwa kita menghargai nilai dan martabat setiap individu.

Mendengarkan juga penting dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ketika kita mendengarkan dengan hati yang rendah dan ketaatan yang tulus, kita memperlihatkan kerendahan hati dan ketergantungan kita kepada-Nya. Allah seringkali berbicara melalui suara lembut dan dalam hati kita, dan ketika kita memilih untuk mendengarkan-Nya, kita menunjukkan bahwa kita adalah hamba-Nya yang taat dan ingin hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Perbanyaklah Mendengar Suara Allah sehingga kita tidak disetir oleh suara manusia. Tuhan Yesus Memberkati


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama