Pentingnya Merasa Cukup Pada Diri Sendiri - RENUNGAN BY SALMAFINA SUNAN

Pentingnya merasa cukup pada diri sendiri - RENUNGAN BY SALMAFINA SUNAN 

Shalom friends✨

Sembari makan siang, yuk kita baca renungan hari ini.

Hari ini aku mau berbicara tentang pentingnya merasa cukup pada diri sendiri. 

Karena Kristus kita enough.

Pernahkah gak sih kalian semua berpikir bahwa no matter how hard kita mencoba atau seberapa keras kita mengerjakan sesuatu, output/hasilnya itu belum pernah cukup baik? 

Pernahkah kalian merasa selalu gagal memenuhi harapan seseorang? If you are, jangan khawatir, kamu gak sendirian❤️

Tetapi apa yang kita lakukan dengan hal tersebutlah yang menjadi penentu. 

Secara psikologi apa yang kita yakini tentang diri kita sendiri adalah pengaruh kuat dari perilaku kita.


Jika kita benar-benar percaya bahwa kita tidak cukup baik, bahwa kita tidak layak untuk dicintai, kita akan mencoba berprilaku seperti yang orang mau, sehingga kita bisa diterima oleh seseorang atau lingkunhan. Kita akan merasa bersalah dan malu jika kita tidak memenuhi standar atau harapan orang tersebut. Dan siklus itu akan terus berlanjut. Dan percayalah, dari experience, capek hidup dalam siklus seperti itu.

Ketika kita percaya Kristus, Allah mengangkat kita ke dalam keluarga-Nya. Kita menjadi anak-anaknya. Jika kita tidak berperilaku seperti anak-anak-Nya, itu karena kita gagal memahami ruang lingkup yang luar biasa dari apa yang Dia lakukan ketika Dia menebus kita melalui kematian dan kebangkitan Anak-Nya.

Jadi apa yang Tuhan katakan tentang kita? Rasul Paulus menulis ini kepada para pengikut Yesus abad pertama di kota Korintus:


“Bahwasetiap orang yang menjadi milik Kristus telah menjadi manusia baru. Kehidupan lama telah hilang; hidup baru telah dimulai!” (2 Korintus 5:17)

Ketika kita menjadi seorang Kristen yang utuh dan menaruh kepercayaan kita kepada Yesus, kita menjadi orang yang benar-benar baru. Itu berarti bahwa kita dapat mengalami kebebasan dengan menjalani kehidupan yang telah dirancang Allah bagi kita, dan apa yang Allah katakan tentang kita dan siapa diri kita adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri.

Dan karena Yesus, Tuhan berkata... kamu sudah cukup.

Kamu dicintai.

Kamu memiliki tujuan di dunia ini.

Percaya bahwa kamu cukup karena Yesus mampu mengubah perspektif mu.

Dan perubahan dalam perspektif bisa membawa kebebasan yang sesungguhnya.

Istirahatlah dalam apa yang Tuhan katakan tentang kamu.

Refleksi: 

Dalam bidang apa kamu merasa kurang cukup? Bagaimana mengingatkan diri sendiri bahwa kamu sepenuhnya diterima dan sepakat dalam iman bahwa Allah dapat membantu kamu dalam segala aspek hidupmu? Jika kebenaran firman Allah itu benar-benar meresap, bagaimana itu akan mengubah emosi dan tindakan kamu?

By.. Salmafina Sunan 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama